Matematika - Limit - Limit di Tak Hingga

 

sumber: https://smatika.blogspot.com/


Limit di tak hingga merupakan kajian yang tepat untuk mengetahui kecendrungan suatu fungsi jika nilai variabelnya dibuat semakin besar. Kita katakan, x menuju tak hingga, ditulis x → ∞, artinya nilai x semakin besar atau bertambah besar tanpa batas.

Diberikan sebuah fungsi f(x) = 1/x2. Apa yang terjadi dengan fungsi f(x), jika nilai x semakin besar ? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita amati nilai fungsi f(x) untuk nilai-nilai x berikut.

x = 1       → f(x) = 1
x = 10     → f(x) = 0,01
x = 100   → f(x) = 0,0001
x = 1000 → f(x) = 0,000001
...
Dari data diatas dapat kita lihat bahwa nilai f(x) semakin mendekati 0, ketika x semakin besar. Sekarang coba perhatikan grafik fungsinya.


Jelas terlihat bahwa kurva y = 1/x2 semakin mendekati garis y = 0, ketika x semakin besar. Faktanya, seberapa besarpun x yang kita ambil, nilai 1/x2 akan semakin dekat ke 0.

Secara intuitif kita simpulkan, jika x semakin besar tanpa batas, nilai 1/x2 semakin dekat ke 0. Dalam notasi limit, pernyataan ini ditulislimx→∞1x2=0
Sekarang coba kita amati nilai fungsi f(x) = 1/x2 untuk nilai-nilai x berikut.
x = -1       → f(x) = 1
x = -10     → f(x) = 0,01
x = -100   → f(x) = 0,0001
x = -1000 → f(x) = 0,000001

Dari data diatas dapat kita lihat bahwa f(x) = 1/x2 juga semakin dekat ke 0, ketika x semakin kecil (negatif besar). Kita tulislimx→−∞1x2=0

Nilai fungsi f(x) tidak selalu mendekati bilangan tertentu, ketika x semakin besar. Bisa saja nilai f(x) justru semakin besar dan terus bertambah besar tanpa batas. Untuk kasus seperti ini, kita tulislimx→∞f(x)=∞artinya jika nilai x semakin besar tanpa batas, maka nilai f(x) juga semakin besar tanpa batas. Limit seperti ini disebut limit tak hingga di tak hingga.


 Contoh 1
Tentukan  limx→∞x2

Jawab :
Misalkan f(x) = x2
x = 1       →  f(x) = 1
x = 10     →  f(x) = 100
x = 100   →  f(x) = 10000
...
Seperti yang kita lihat, ketika x semakin besar, nilai x2 juga semakin besar, namun tidak mendekati suatu bilangan unik tertentu, melainkan terus bertambah besar tanpa batas. Kita simpulkan limx→∞x2=∞


Perlu diketahui, teorema limit dasar masih bisa kita terapkan pada limit di tak hingga. Namun, untuk kasus-kasus yang melibatkan bentuk tak tentu, seperti (∞ - ∞), (∞/∞) atau (0.∞), perlu dilakukan manipulasi aljabar terlebih dahulu.


 Sifat A   Jika n > 0 dan n bilangan rasional, maka
  1.   limx→∞1xn=0
     
  2.  limx→−∞1xn=0, xn terdefinisi untuk x < 0


 Contoh 2
Hitung  limx→∞(x3−7x2)

Jawab :
Faktorkan suku pangkat tertinggi dari polinom tersebut, kemudian hitung limit dari masing-masing faktor dengan berpedoman pada sifat A.

limx→∞(x3−7x2)=limx→∞x3(1−7x)=limx→∞x3⋅limx→∞(1−7x)=limx→∞x3⋅(1−0)=limx→∞x3=∞



 Contoh 3
Tentukan  limx→∞x3−4x3x3+x2

Jawab :
Bagi pembilang dan penyebut dengan variabel pangkat tertinggi dari penyebut, yaitu x3, kemudian hitung limit dari masing-masing suku dengan berpedoman pada sifat A.

limx→∞x3−4x3x3+x2=limx→∞x3−4xx33x3+x2x3=limx→∞1−4x23+1x=1−03+0=13



 Contoh 4
Hitung  limx→∞x3−xx4−2x2+1

Jawab :
Bagi pembilang dan penyebut dengan variabel pangkat tertinggi dari penyebut, yaitu x4, kemudian hitung limitnya.

limx→∞x3−xx4−2x2+1=limx→∞x3−xx4x4−2x2+1x4=limx→∞1x−1x31−2x2+1x4=0−01−0+0=0



 Contoh 5
Tentukan  limx→∞x−x3x2−4

Jawab :
Bagi pembilang dan penyebut dengan variabel pangkat tertinggi dari penyebut, yaitu x2, kemudian hitung limitnya.

limx→∞x−x3x2−4=limx→∞x−x3x2x2−4x2=limx→∞1x−x1−4x2=x→∞lim1x−x→∞limxx→∞lim1−x→∞lim4x2=0−x→∞limx1−0=−limx→∞x=−∞



 Contoh 6
Untuk n bilangan asli dan a0 ≠ 0, tunjukkan bahwa
limx→∞(a0xn+a1xn−1+...+an−1x+an)=limx→∞a0xn

Jawab :
Faktorkan suku pangkat tertinggi dari fungsi polinom tersebut,  kemudian hitung limitnya.

limx→∞(a0xn+a1xn−1+...+an−1x+an)⇔limx→∞a0xn(1+a1a0x+...+an−1a0xn−1+ana0xn)⇔limx→∞a0xn⋅limx→∞(1+a1a0x+...+an−1a0xn−1+ana0xn)⇔limx→∞a0xn⋅(1+0+...+0+0)⇔limx→∞a0xn



 Sifat B   Jika p(x) dan q(x) adalah fungsi polinom dengan axm dan bxn berturut-turut adalah suku pangkat tertinggi dari p(x) dan q(x), maka

     1.  limx→±∞p(x)=limx→±∞axm

     2.  limx→±∞q(x)=limx→±∞bxn

     3.  limx→±∞p(x)q(x)=limx→±∞axmbxn

    Sifat diatas mengatakan bahwa nilai limit di tak hingga fungsi polinom ataupun rasional sama dengan nilai limit dari suku pangkat tertingginya. Dengan menggunakan sifat diatas, contoh 2 - 5 dapat diselesaikan dengan cara sebagai berikut.

    limx→∞(x3−7x2)=limx→∞x3=∞

    limx→∞x3−4x3x3−x2=limx→∞x33x3=limx→∞13=13

    limx→∞x3−xx4−2x2+1=limx→∞x3x4=limx→∞1x=0

    limx→∞x−x3x2−4=limx→∞−x3x2=limx→∞(−x)=−∞


    Berdasarkan pangkat tertinggi pembilang dan penyebutnya, sifat B.3 dapat kita jabarkan lagi menjadi sebagai berikut.

     Sifat C   Misalkan p(x) dan q(x) adalah fungsi polinom dengan axm dan bxn berturut-turut adalah suku pangkat tertinggi dari p(x) dan q(x).

    1. Jika m = n maka
    2. limx→±∞p(x)q(x)=ab 
    3. Jika m < n maka
    4. limx→±∞p(x)q(x)=0
    5. Jika m > n maka
    6. limx→∞p(x)q(x)={−∞,ab>0−∞,ab<0

    Sifat diatas dapat kita terjemahkan dalam tiga poin berikut.
    1. Jika pangkat tertinggi pembilang = pangkat tertinggi penyebut, nilai limitnya adalah koefisien pangkat tertinggi pembilang dibagi koefisien pangkat tertinggi penyebut.
    2. Jika pangkat tertinggi pembilang < pangkat tertinggi penyebut, nilai limitnya = 0.
    3. Jika pangkat tertinggi pembilang > pangkat tertinggi penyebut, nilai limitnya = ∞ (asalkan perbandingan koefisiennya positif) atau -∞ (asalkan perbandingan koefisiennya negatif)


    Dengan menggunakan sifat C, contoh 2, 3 dan 4 dapat diselesaikan cukup dengan memperhatikan suku pangkat tertinggi dari pembilang dan penyebut, dalam hal ini adalah pangkat dan koefisiennya.

    limx→∞x3−4x3x3−x2=13

    Keterangan : Pangkat tertinggi pembilang sama dengan pangkat tertinggi penyebut. Berdasarkan sifat C.1, nilai limitnya adalah koefisien pangkat tertinggi pembilang dibagi koefisien pangkat tertinggi penyebut, yaitu 1/3.

    limx→∞x3−xx4−2x2+1=0

    Keterangan : Pangkat tertinggi pembilang < pangkat tertinggi penyebut. Berdasarkan sifat C.2, nilai limitnya = 0.

    limx→∞x−x3x2−4=−∞

    Keterangan : Pangkat tertinggi pembilang > pangkat tertinggi penyebut dan perbandingan koefisiennya negatif. Berdasarkan sifat C.3, nilai limitnya = -∞.


    Penyelesaian limit di tak hingga fungsi irasional (memuat fungsi irasional) hampir sama saja dengan fungsi polinom atau rasional. Sifat-sifat diatas masih dapat kita gunakan. Yang perlu kita cermati adalah saat bekerja dengan limit untuk x → -∞.

    Perlu kita ingat !
    Jika x>0 maka x2=x
    Jika x<0 maka x2=−x

    Secara umum, dapat dinyatakan sebagai berikut !
    1.  Untuk n > 0 dan n ganjil maka
          x2n={−xn,x>0−xn,x<0

    2.  Untuk n > 0 dan n genap maka
          x2n=xn,x∈R


     Contoh 7 
    Hitung limit berikut !
    a.limx→∞4x2+3x2x−1b.limx→−∞4x2+3x2x−1

    Jawab :
    Untuk x→∞ maka x2=x
    Untuk x→−∞ maka x2=−x

    a.limx→∞4x2+3x2x−1=limx→∞x2(4+3x)x(2−1x)=limx→∞x4+3xx(2−1x)=limx→∞4+3x(2−1x)=4+02−0=1

    b.limx→−∞4x2+3x2x−1=limx→−∞x2(4+3x)x(2−1x)=limx→−∞−x4+3xx(2−1x)=limx→−∞−4+3x(2−1x)=−4+02−0=−1

    Contoh diatas dapat pula diselesaikan dengan membagi pembilang dan penyebut dengan variabel pangkat tertinggi dari penyebut, yaitu x. Dengan catatan, untuk limit x→-∞, nilai x=−x2.


     Contoh 8 
    Hitung limit berikut !
    a.limx→−∞(x2−2x−4x)b.limx→∞(2x−4x2+x)

    Jawab :
    Jangan terburu-buru mengalikan bentuk diatas dengan akar sekawannya. Lakukan analisa sederhana untuk memeriksa apakah limit tersebut merupakan bentuk tak tentu.

    Analisa opsi a !
    Jika x→−∞, maka x2−2x→∞ dan 4x→−∞.
    Akibatnya, (x2−2x−4x)→∞−(−∞)=∞

    Analisa opsi b !
    Jika x→∞ maka 2x→∞ dan 4x2+x→∞.
    Akibatnya, (2x−4x2+x)→∞−∞  (tak tentu)

    a.limx→−∞(x2−2x−4x)=∞


    b.limx→∞(2x−4x2+x)=limx→∞(2x−4x2+x)⋅2x+4x2+x2x+4x2+x=limx→∞4x2−(4x2+x)2x+4x2+x=limx→∞−x2x+x2(4+1x)=limx→∞−x2x+x4+1x=limx→∞−12+4+1x=−12+4+0=−14


     Contoh 9 
    Jika a = p dan a, p ≠ 0 tunjukkan bahwa
    a.limx→∞(ax2+bx+c−px2+qx+r)=b−q2ab.limx→−∞(ax2+bx+c−px2+qx+r)=b−q−2a

    Jawab :
    a.limx→∞(ax2+bx+c−px2+qx+r)

    Untuk a = p bentuk diatas dapat ditulis menjadi
    ⇔limx→∞(ax2+bx+c−ax2+qx+r)

    Kalikan dengan akar sekawannya lalu sederhanakan sehingga diperoleh
    ⇔limx→∞(ax2+bx+c)−(ax2+qx+r)ax2+bx+c+ax2+qx+r⇔limx→∞(b−q)x+c−rax2+bx+c+ax2+qx+r⇔limx→∞x(b−q+c−rx)x2(a+bx+cx2)+x2(a+qx+rx2)⇔limx→∞x(b−q+c−rx)xa+bx+cx2+xa+qx+rx2⇔limx→∞b−q+c−rxa+bx+cx2+a+qx+rx2⇔b−q+0a+0+0+a+0+0⇔b−q2a


    b.limx→−∞(ax2+bx+c−px2+qx+r)

    Untuk a = p bentuk diatas dapat ditulis menjadi
    ⇔limx→−∞(ax2+bx+c−ax2+qx+r)

    Kalikan dengan akar sekawannya, sederhanakan hingga diperoleh hasil sebagai berikut
    ⇔limx→−∞x(b−q+c−rx)x2(a+bx+cx2)+x2(a+qx+rx2)

    Perlu kita ingat bahwa untuk x → -∞ maka x2=−x. Akibatnya, bentuk diatas menjadi
    ⇔limx→−∞x(b−q+c−rx)−xa+bx+cx2−xa+qx+rx2⇔limx→−∞b−q+c−rx−a+bx+cx2−a+qx+rx2⇔b−q+0−a+0+0−a+0+0⇔b−q−2a


     Contoh 10 
    Hitung limit berikut dengan menggunakan sifat pada contoh 9 !
    a.limx→∞(2x−1−4x2−2x+1)b.limx→−∞(x2−4x+x+2)

    Jawab :
    Alternatif penyelesaian : hitung limit dari suku konstan secara terpisah dan hitung limit dari suku lainnya menggunakan sifat pada contoh 9.a, dengan terlebih dahulu menyatakannya dalam bentuk akar.

    a.limx→∞(2x−1−4x2−2x+1)=limx→∞(2x−4x2−2x+1)−limx→∞1=limx→∞(4x2−4x2−2x+1)−limx→∞1=0−(−2)24−1(9.a)=−12

    b.limx→−∞(x2−4x+x+2)=limx→−∞(x2−4x−(−x))+limx→−∞2=limx→−∞(x2−4x−x2)+limx→−∞2=−4−0−21+2(9.b)=4


     Contoh 11 
    Hitung limit berikut !
    a.limx→∞xsin1xb.limx→∞sin1xx(1−cos2x)

    Jawab :
    a.limx→∞xsin1x

         Misalkan u = 1/x, maka x = 1/u
         Jika x→∞ maka u→0. Akibatnya,

         limx→∞xsin1x=limu→01usinu=limu→0sinuu=1


    b.limx→∞sin1xx(1−cos2x)

         Misalkan u = 1/x, maka x = 1/u
         Jika x→∞ maka u→0. Akibatnya

         

    Share this post

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel